Selasa, 04 Februari 2014

Surat terbuka untuk Sekelompok orang Papua dan Generasi Muda GIDI yang berkepentingan:

                        Umat Tuhan, Tanah Israel dan Penegakkan Injil

Baru-baru ini sejumlah Pemimpin-pemimpin di komunitas Papua melakukan perjalanan ke Israel sebagai Wisata ke tempat suci. Beberapa dari mereka berkunjung dengan alasan tertentu untuk dapat melihat dimana tempat Yesus lahir, hidup dan mati-Nya. Yang lainnya berkunjung dengan alasan untuk dapat bertemu dengan orang-orang Yahudi, yang memerlukan Injil seperti kita, dan juga rencana bagaimana untuk menjadi saksi misionaris yang berhasil kepada suku Yahudi.

Namun, ada juga yang bepergian kesana dengan motivasi yang tidak baik. Mereka menggenggam harapan dan pandangan yang salah mengenai masa depan. Bahkan ada utusan yang membawa emas untuk membangun kembali Bait Suci. Yang lain kembali ke Papua melaporkan bahwa sekarang mereka merasa”Lebih Kudus” dengan menapakkan kaki di tanah Israel. Adapula dengan sembarang berpendapat bahwa jikalau kita memberkati politik bangsa Israel, lalu kita akan mendapat berkat.

Ada beberapa alasan yang sangat baik untuk apa bepergian ke Israel. Namun, ada juga beberapa alasan buruk bepergian ke Israel. Saya ingin GIDI dan lainnya pergi ke Israel semuanya dengan tujuan yang baik dan jauhkan diri dari motivasi-motivasi yang buruk.

Ditengah motivasi-motivasi yang buruk untuk bepergian ke Israel, ada dua saran yang cacat secara fatal.

        Pertama, beberapa mengajarkan bahwa kemurahan Tuhan yang dinyatakan terhadap Suku Israel hari ini berdasarkan keturunan suku dari pada Anugerah Kristus itu sendiri, sebagaimana dinyatakan dalam Injil.

         Kedua, yang lainnya mengajarkan bahwa Janji FirmanNya mengenai Tanah Israel dipenuhi dalam wilayah politik khusus yang disebuat ”Tanah Suci” yang terus menerus dipisahkan oleh Tuhan untuk satu kelompok etnik itu sendiri.

Akibat dari penegasan yang salah ini, sebagian besar dari  kumpulan penginjil kita disesatkan tentang pengajaran Alkitab mengenai umat Tuhan, Tanah Israel dan penegakkan Injil. Oleh karena itu, kami didorong dengan Kebenaran Alkitab dan oleh hati nurani menerbitkan saran-saran berikut ini dengan tujuan akan Kristus dan Kebenaran.

Dengarkan ringkasan-ringkasan nyata dari kebenaran berikut:

1.      Injil menawarkan kehidupan kekal di surga kepada orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain sebagai pemberian cuma-cuma dalam Yesus Kristus. Hidup kekal dalam surga  bukan didapatkan dengan usaha atau keinginan sendiri, bukan juga atas dasar keturunan etnik maupun tempat kelahiran.

2.      Semua manusia, baik bangsa yahudi maupun bangsa-bangsa lain, adalah berdosa, dan dengan demikian mereka berada dibawah penghakiman Tuhan yaitu kematian. Karena ukuran Tuhan adalah ketaatan yang sempurna dan semua manusia telah berdosa, mustahil bagi siapapun untuk memperoleh damai sejahtera atau hidup kekal oleh usaha sendiri. Lebih dari itu, terpisah dari Kristus, tidak ada  kemurahan apapun yang istimewa atas anggota kelompok suku manapun; ataupun, terpisah dari Kristus, tidak ada janji ilahi atas bumi atau warisan surga kepada siapa saja, baik orang yahudi maupun bangsa-bangsa lain. Mengajar atau menyatakan yang sebaliknya sama dengan membahayakan Injil itu sendiri.

3.     Tuhan, Pencipta semua umat manusia, Murah hati dan tidak menerima segan-segan menghukum orang berdosa. Namun Tuhan juga Kudus dan Adil dan harus menghukum dosa. Oleh karena itu, dengan keadilan-Nya maupun kemurahan-Nya, Tuhan sudah menetapkan satu jalan keselamatan bagi semua orang, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, didalam  Yesus Kristus sendiri.

 

4.      Yesus Kristus, yang adalah sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia, datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. Kematian Yesus di atas kayu salib, sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dosa orang Yahudi dan dosa bangsa-bangsa lain.

Kematian Yesus yang untuk selamanya dan secara kekal mengakhiri pengorbanan Bait orang Yahudi. Semua yang akan menyembah Tuhan, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, sekarang harus datang pada-Nya dalam  Roh dan Kebenaran melalui Yesus Kristus sendiri. Menyembah Tuhan tidak lagi dikenal dengan korban persembahan cara duniawi mana pun. Allah menerima penyembahan hanya melalui  Yesus Kristus, Bait surga yang kekal. Segala usaha apapun untuk membangun kembali Bait Suci adalah suatu kebodohan. Segala usaha yang mencoba mengembalikan korban persembahan Bait Suci adalah salah, dan menyangkal bahwa Kristus yang telah menyelesaikan pekerjaan-Nya.

5.      Kepada semua yang menerima dan bersandar hanya kepada Kristus saja melalui iman, kepada orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain, Tuhan memberi hidup yang kekal dalam warisan surgawi-Nya. 

6.       Janji  warisan yang Tuhan berikan kepada Abraham terlaksana secara efektif dalam Kristus, Benih kekal dari Abraham.

Janji-janji  ini  tidak dapat dan tidak akan jalan efektif melalui manusia berdosa yang memegang Hukum Tuhan.  Akan tetapi, janji atas warisan berlaku hanya kepada mereka yang percaya dan beriman kepada Yesus sebagai benih Abraham yang benar, yaitu Yesus.

Seluruh keuntungan rohani berasal dari Yesus, dan bila berpisah dari Yesus tidak ada partisipasi dalam janji. Oleh karena Yesus Kristus yang adalah Penengah Perjanjian Abraham, maka semua orang yang memberkatinya dan mereka akan diberkati Tuhan, dan  siapa yang mengutuknya akan mendapat kutuk Tuhan.  Janji ini tidak berlaku bagi kelompok etnik tertentu, tetapi kepada gereja Yesus Kristus,yaitu Israel yang sesungguhnya.

Umat Tuhan, baik  umat Israel di padang gurun dalam Perjanjian Lama maupun umat Israel di antara bangsa-bangsa lain di Galatia dalam Perjanjian Baru, adalah satu tubuh melalui Yesus yang akan menerima Janji kota surgawi, Sion yang Kekal. Warisan surgawi ini telah menjadi pengharapan bagi umat Tuhan sepanjang masa. Oleh sebab itu, semua orang Kristen sejati adalah anak-anak Abraham dan siapa pun yang memberkati Orang Percaya ini dalam Yesus akan mendapatkan berkat dan siapa pun mengutuk Umat Tuhan, Seperti: Orang Percaya dalam Yesus, akan mewarisi kutukan. Janji ini tidak punya referensi terhadap kesatuan politik mana pun dan tidak menyinggung negara Israel.

7.       Yesus mengajarkan bahwa kebangkitan-Nya adalah Kebangkitan sesungguhnya Bait suci Israel, yaitu; Tubuh-Nya sendiri. Yesus sudah mengganti keimaman, pengorbanan, dan Altar kudus Israel dengan memenuhi mereka dalam pelayanan keimamam-Nya sendiri yang gemilang  dengan mempersembahkan, satu kali dan untuk semua, pengorbanan-Nya untuk dunia, bagi orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain. Orang-orang percaya dari semua bangsa sekarang dibangun melalui Yesus ke dalam Bait suci ketiga,  yaitu gereja yang Yesus janjikan untuk dibangun.

8.       Simon Petrus  berbicara  mengenai kedatangan Yesus yang kedua bersama dengan penghakiman terakhir dan hukuman bagi orang berdosa. Secara instruktif, Simon Petrus yang sama juga, Rasul golongan bersunat, tidak mengatakan apa-apa mengenai pemulihan kerajaan Israel di Tanah Palestina. Malahan, sewaktu pembacanya merenungkan Janji kedatangan-Nya yang kedua kali, dia menaruh pengharapan mereka atas langit dan bumi yang baru. dimana kebenaran  itu berdiam. Kita seharusnya tidak mencari kerajaan dunia di masa mendatang yang ada di Israel;  namun sebaliknya, kita harus mendambakan kerajaan Allah yang kekal yang melebihi semua batasan politik.

9.       Pemberian judul atas satu kelompok etnik atau kelompok agama ke wilayah di Timur Tengah yang dinamakan "Tanah Suci" tidak dapat didukung secara Alkitabiah. Sesungguhnya, secara spesifik Tanah Perjanjian untuk Israel dalam Perjanjian Lama diberikan melalui Yosua. Perjanjian Baru mengatakan secara jelas dan secara profetik tentang kehancuran Bait Allah kedua pada 70 AD. Tak ada penulis Perjanjian Baru yang mengetahui pengumpulan kembali bangsa Israel di negeri itu,  seperti yang dilakukan nabi dalam Perjanjian Lama setelah kehancuran Bait yang pertama pada 586 S.M. lebih dari Itu, Tanah perjanjian dalam Perjanjian yang lama terus-menerus dan sengaja diperluas dalam Perjanjian Baru untuk memperlihatkan Kekuasaan Yesus secara universal, yang memerintah dari surga di atas takhta Daud, mengundang semua bangsa melalui Anugerah Injil mengambil bagian dalam kekuasaan-Nya dan universal-Nya yang kekal.

10.   Pada hari-hari ini, negara Israel juga sudah membuatnya sebagai pelanggaran bagi orang Kristen untuk saling berbagi  iman percaya mereka. Meskipun kita juga harus mendukung Israel dalam membela diri melawan agresi Arab, kita juga tidak perlu takut mengecam hukum fasik mereka, yang mencegah misionaris Kristen bekerja untuk pergi mengabarkan injil.

 

Kesimpulan Lebih Lanjut:

Kerajaan Mesias  Yesus Kristus yang dijanjikan sudah dilantik. Kedatangan-Nya menandakan titik pusat sejarah manusia. Kerajaan Mesias ini terus berjalan dalam kesempurnaan ketika orang percaya Yahudi dan bangsa-bangsa lain yang percaya bertambah dalam komunitas yang ditebus pada setiap generasi. Kerajaan yang sama akan dinyatakan dalam bentuk kekekalan akhir dengan kembali-Nya Kristus Raja dalam segala kemuliaan-Nya.

Semua bangsa, orang Yahudi memainkan peran penting dalam kerajaan Messianic. Alkitab Perjanjian Baru menyatakan kepada mereka yang diberi sabda kebijakan Tuhan, pengangkatan, kemuliaan, perjanjian, pemberian hukum, Pelayanan Tuhan, dan janji. Mereka adalah bapa keturunan, Abraham, Ishak, dan Yakub, dan dari mereka, menurut daging, muncul Kristus. Adanya Keselamatan, sesungguhnya bagi orang Yahudi. Saat menegaskan ajaran Kitab Suci bahwa tidak ada keselamatan di luar Kristus, orang Kristen seharusnya mengakui dengan hati  yang hancur, dukacita dan kesedihan atas penganiayaan berkali-kali terhadap orang Yahudi dalam sejarah, kadang-kadang secara tragis dilakukan atas nama salib.

Tetapi apa yang akan kita buat atas ketidakpercayaan Israel? Apakah dengan ketidakpercayaan mereka membuat kesetiaan Tuhan berubah tanpa  kesan bagi mereka? tidak, Tuhan betul-betul tidak menolak orang Israel, dan sebagaimana kita dengan Rasul Paulus dalam doanya yang sungguh-sungguh untuk keselamatan kerabat Yahudinya menurut daging. Selalu sudah dan akan ada sisa yang diselamatkan. Sedangkan tidak semua Israel akan mengalami berkat partisipasi dalam kerajaan Messianic, namun masih ada orang Yahudi yang datang percaya Kristus akan berbagi dalam pemerintahan-Nya sepanjang masa sekarang dan sampai kekekalan.

Lagipula, bukanlah seolah-olah adanya penolakan di Israel bagi yang tidak percaya tidak memiliki tujuan. Sebaliknya, karena mereka tiba-tiba menjadi tidak percaya, maka Injil telah pergi ke bangsa-bangsa lain, yang sekarang, melalui iman, menerima bagian berkat Abraham dan bergabung dengan orang Yahudi yang percaya untuk mendasari umat Israel Tuhan yang sesungguhnya, yaitu gereja Yesus Kristus.

Negara bagian sekuler Israel yang sekarang, bagaimanapun, bukan otentik atau wujud profetik kerajaan Messianic Yesus Kristus. Lebih dalam lagi, suatu saat sebaiknya jangan mengantisipasi kapan kerajaan Kristus akan menunjukkan pembedaan diantara kalangan Yahudi, baik berdasarkan lokasinya di "negeri," daerah pemilihannya, maupun peraturan lembaga dan pelatihannya.

Sebaliknya, masa sekarang ini akan menjadi kesimpulan yang tak terhingga dengan kedatangan kerajaan Messiah yang kekal. Pada waktu itu, semua mata, bahkan mereka yang menusukNya, pun akan melihat Raja di kemuliaan-Nya. Setiap lutut akan bertelut, dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, untuk Kemuliaan Tuhan Allah Bapa. Kerajaan dunia ini akan menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus Tuhan, dan dia akan memerintah untuk selama-lamanya.

 

PENUTUP

Sebagai jemaat GIDI dan umat kristen lainnya memulai usaha mereka yang besar untuk memberitakan Injil dari Irian Jaya kembali ke Yerusalem, mari kita memeriksa motivasi kita dan mari kita maju berjalan dalam kebenaran. Janganlah kita berjalan maju dengan motivasi yang salah.

Janganlah kita terlibat dalam kerja misionaris di Israel untuk harapan memperoleh keuntungan apapun, atau muatan-cultisme apapun jika kita memberkati Israel kita kemudian mengharapkan Tuhan memberkati kita secara finansial atau lahiriah. Kotoran tanah Israel tidak lagi suci daripada kotoran tanah di Papua.

Janganlah kita mengharapkan kerajaan dunia Yahudi atas tanah apapun. Kerajaan Tuhan kita Yesus Kristus sudah dimulai dan bahkan sekarang pun sudah menyebar ke seluruh dunia dan orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain dipatok ke dalam Satu pohon Israel dan semua yang percaya pada Yesus adalah anak-anak Abraham. Semua orang yang percaya dalam Yesus adalah bagian dari Israel Sesungguhnya kepunyaan Tuhan.

Janganlah kita seperti orang buta mendukung seluruh kebijakan pemerintah Israel. Mereka bisa sangat kejam kepada orang Palestina, banyak dari orang Palestina ini adalah umat Kristen. Dan Israel memenjarakan dan menganiaya misionaris Kristen. Biarlah kita melihat negara Israel dalam kenyataan, dengan seluruh kebaikan dan ketidak baikan yang meliputi mereka, dan mari kita berdoa bagi mereka.

 Janganlah kita mencoba memisahkan orang Yahudi yang percaya dari orang kristen yang percaya. Kristus sudah membentuk kita semua menjadi satu tubuh. Tidak ada dua identik, Israel dan Gereja. Yang ada hanya Pilihan Tuhan, orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain kedua-duanya dipersatukan ke dalam satu tubuh Kristus dan berbagi dalam semua janji bersama.

Janganlah kita menganggap Gereja adalah "Rencana B-Nya Tuhan". Semua orang percaya dalam Yesus Kristus adalah satu. Di dalam Bait Kudus-Nya di sorga tidak ada yahudi atau yunani, lelaki maupun perempuan. Di sana kita semua sama, Israel-Nya Allah, raja bersama dengan Tuhan, dan ekklesia, satu bagian yang utuh. Semua orang benar yang percaya adalah satu tubuh yang disebut "Israel sesungguhnya milik Allah"

"Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham” Galatia 3:7

Roma 2:28 ”Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. 29 Tetapi orang yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujain baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

 Janganlah kita berpikir bahwa dengan memberkati negara Israel akan membuat Tuhan memberkati gereja. Semua orang Kristen sejati adalah umat Tuhan, Benih Abraham menurut janji. Jika kita memberkati orang Kristen dan jika kita memberkati pekerjaan misionaris Kristen, maka Tuhan akan memberkati kita. Memberkati negara sekuler tidak akan melakukan apa-apa dan mempercayai untuk mendapat berkat adalah suatu kebodohan.

Namun demikian,

Mari kita berdoa dengan bersemangat bagi orang Yahudi, orang yang menentang yang memerlukan Injil,

Mari kita ke Israel dengan motivasi untuk menyebarkan Injil kepada yang masih duduk di kegelapan.

Dan Akhirnya,

mari kita berdoa menurut cara Rasul Paulus bahwa kelompok orang Yahudi akan datang dengan iman percaya pada akhirnya sebelum dunia berakhir, dan seluruh Kaum Pilihan Tuhan, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain akan menciptakan jumlah anak-anak Abraham yang penuh (orang yang percaya):


Roma  11:25

Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis:

"Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."

11:28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.

11:29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.

11:30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,

11:31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.

11:32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.


Umat GIDI, Anda sedang memulai usaha yang luar biasa untuk membawa Injil kepada orang yang tenggelam dalam dosa dan duduk dalam kegelapan. Biarlah motivasi Anda tetap murni! Anda sebagai orang yang percaya dalam Kristus sudah menjadi anak Abraham oleh karena iman percaya. Biarlah Tuhan mengijinkan orang Yahudi, anak etnik Abraham secara lahiriah, untuk mendengar Injil dan menjadi anak sejati Abraham oleh karena iman…dan biarkan mereka mendengar! bahkan mereka datang dari ujung bumi, bahkan Irian Jaya, dan Biarlah Tuhan membantu penuaian orang Yahudi melalui usaha Anda!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar