Surat
terbuka untuk Sekelompok
orang Papua dan Generasi Muda GIDI yang
berkepentingan:
Umat Tuhan, Tanah Israel dan
Penegakkan Injil
Baru-baru ini sejumlah Pemimpin-pemimpin di
komunitas Papua melakukan perjalanan ke Israel sebagai Wisata ke
tempat suci. Beberapa dari mereka berkunjung dengan alasan tertentu
untuk dapat melihat dimana tempat Yesus lahir, hidup dan mati-Nya.
Yang lainnya berkunjung dengan alasan untuk dapat bertemu dengan
orang-orang Yahudi, yang memerlukan Injil seperti kita, dan juga
rencana bagaimana untuk menjadi saksi misionaris yang berhasil kepada
suku Yahudi.
Namun, ada juga yang bepergian kesana dengan
motivasi yang tidak baik. Mereka menggenggam harapan dan pandangan
yang salah mengenai masa depan. Bahkan ada utusan yang membawa emas
untuk membangun kembali Bait Suci. Yang lain kembali ke Papua
melaporkan bahwa sekarang mereka merasa”Lebih Kudus” dengan
menapakkan kaki di tanah Israel. Adapula dengan sembarang berpendapat
bahwa jikalau kita memberkati politik bangsa Israel, lalu kita akan
mendapat berkat.
Ada beberapa alasan yang sangat baik untuk apa
bepergian ke Israel. Namun, ada juga beberapa alasan buruk bepergian
ke Israel. Saya ingin GIDI dan lainnya pergi ke Israel semuanya
dengan tujuan yang baik dan jauhkan diri dari motivasi-motivasi yang
buruk.
Ditengah motivasi-motivasi yang buruk untuk
bepergian ke Israel, ada dua saran yang
cacat secara fatal.
Pertama,
beberapa mengajarkan bahwa kemurahan Tuhan yang dinyatakan terhadap
Suku Israel hari ini berdasarkan keturunan
suku dari pada Anugerah Kristus itu sendiri, sebagaimana dinyatakan
dalam Injil.
Kedua,
yang lainnya mengajarkan bahwa Janji FirmanNya mengenai Tanah Israel
dipenuhi dalam wilayah politik khusus yang disebuat ”Tanah Suci”
yang terus menerus dipisahkan oleh Tuhan untuk satu kelompok etnik
itu sendiri.
Akibat dari penegasan yang salah ini, sebagian
besar dari kumpulan penginjil kita disesatkan tentang
pengajaran Alkitab mengenai umat Tuhan, Tanah Israel dan penegakkan
Injil. Oleh karena itu, kami didorong dengan Kebenaran Alkitab dan
oleh hati nurani menerbitkan saran-saran berikut ini dengan tujuan
akan Kristus dan Kebenaran.
Dengarkan ringkasan-ringkasan nyata dari
kebenaran berikut:
1.Injil menawarkan kehidupan kekal di
surga kepada orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain sebagai pemberian
cuma-cuma dalam Yesus Kristus. Hidup kekal dalam surga bukan
didapatkan dengan usaha atau keinginan sendiri, bukan juga atas dasar
keturunan etnik maupun tempat kelahiran.
2.Semua manusia, baik bangsa yahudi
maupun bangsa-bangsa lain, adalah berdosa, dan dengan demikian mereka
berada dibawah penghakiman Tuhan yaitu kematian. Karena ukuran Tuhan
adalah ketaatan yang sempurna dan semua manusia telah berdosa,
mustahil bagi siapapun untuk memperoleh damai sejahtera atau hidup
kekal oleh usaha sendiri. Lebih dari itu, terpisah dari Kristus,
tidak ada kemurahan apapun yang istimewa atas anggota kelompok
suku manapun; ataupun, terpisah dari Kristus, tidak ada janji ilahi
atas bumi atau warisan surga kepada siapa saja, baik orang yahudi
maupun bangsa-bangsa lain. Mengajar atau menyatakan yang sebaliknya
sama dengan membahayakan Injil itu sendiri.
3.Tuhan,
Pencipta semua umat manusia, Murah hati dan tidak menerima
segan-segan menghukum orang berdosa. Namun Tuhan juga Kudus dan Adil
dan harus menghukum dosa. Oleh karena itu, dengan keadilan-Nya maupun
kemurahan-Nya, Tuhan sudah menetapkan satu jalan keselamatan bagi
semua orang, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain, didalam
Yesus Kristus sendiri.
4.Yesus Kristus, yang adalah
sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia, datang ke dunia untuk
menyelamatkan orang berdosa. Kematian Yesus di atas kayu salib,
sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dosa orang Yahudi
dan dosa bangsa-bangsa lain.
Kematian Yesus yang
untuk selamanya dan secara kekal mengakhiri pengorbanan Bait orang
Yahudi. Semua yang akan menyembah Tuhan, baik orang Yahudi maupun
bangsa-bangsa lain, sekarang harus datang pada-Nya dalam Roh
dan Kebenaran melalui Yesus Kristus sendiri. Menyembah Tuhan tidak
lagi dikenal dengan korban persembahan cara duniawi mana pun. Allah
menerima penyembahan hanya melalui Yesus Kristus, Bait surga
yang kekal. Segala usaha apapun untuk membangun kembali Bait Suci
adalah suatu kebodohan. Segala usaha yang mencoba mengembalikan
korban persembahan Bait Suci adalah salah, dan menyangkal bahwa
Kristus yang telah menyelesaikan pekerjaan-Nya.
5.Kepada semua yang menerima dan
bersandar hanya kepada Kristus saja melalui iman, kepada orang Yahudi
dan bangsa-bangsa lain, Tuhan memberi hidup yang kekal dalam warisan
surgawi-Nya.
6.Janji warisan yang Tuhan
berikan kepada Abraham terlaksana secara efektif dalam Kristus, Benih
kekal dari Abraham.
Janji-janji ini tidak dapat dan tidak
akan jalan efektif melalui manusia berdosa yang memegang Hukum Tuhan.
Akan tetapi, janji atas warisan berlaku hanya kepada mereka
yang percaya dan beriman kepada Yesus sebagai benih Abraham yang
benar, yaitu Yesus.
Seluruh keuntungan rohani berasal dari Yesus, dan
bila berpisah dari Yesus tidak ada
partisipasi dalam janji. Oleh karena Yesus Kristus yang adalah
Penengah Perjanjian Abraham, maka semua orang yang memberkatinya dan
mereka akan diberkati Tuhan, dan siapa yang mengutuknya akan
mendapat kutuk Tuhan. Janji ini tidak berlaku bagi kelompok
etnik tertentu, tetapi kepada gereja Yesus Kristus,yaitu Israel yang
sesungguhnya.
Umat Tuhan, baik umat Israel di padang gurun
dalam Perjanjian Lama maupun umat Israel di antara bangsa-bangsa lain
di Galatia dalam Perjanjian Baru, adalah satu tubuh melalui Yesus
yang akan menerima Janji kota surgawi, Sion yang Kekal. Warisan
surgawi ini telah menjadi pengharapan bagi umat Tuhan sepanjang masa.
Oleh sebab itu, semua orang Kristen sejati adalah anak-anak Abraham
dan siapa pun yang memberkati Orang Percaya ini dalam Yesus akan
mendapatkan berkat dan siapa pun mengutuk Umat Tuhan, Seperti: Orang
Percaya dalam Yesus, akan mewarisi kutukan. Janji ini tidak punya
referensi terhadap kesatuan politik mana pun dan tidak menyinggung
negara Israel.
7.Yesus mengajarkan bahwa
kebangkitan-Nya adalah Kebangkitan sesungguhnya Bait suci Israel,
yaitu; Tubuh-Nya sendiri. Yesus sudah mengganti keimaman,
pengorbanan, dan Altar kudus Israel dengan memenuhi mereka dalam
pelayanan keimamam-Nya sendiri yang gemilang dengan
mempersembahkan, satu kali dan untuk semua, pengorbanan-Nya untuk
dunia, bagi orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain. Orang-orang
percaya dari semua bangsa sekarang dibangun melalui Yesus ke dalam
Bait suci ketiga, yaitu gereja yang Yesus janjikan untuk
dibangun.
8.Simon Petrus berbicara
mengenai kedatangan Yesus yang kedua bersama dengan penghakiman
terakhir dan hukuman bagi orang berdosa. Secara instruktif, Simon
Petrus yang sama juga, Rasul golongan bersunat, tidak mengatakan
apa-apa mengenai pemulihan kerajaan Israel di Tanah Palestina.
Malahan, sewaktu pembacanya merenungkan Janji kedatangan-Nya yang
kedua kali, dia menaruh pengharapan mereka atas langit dan bumi yang
baru. dimana kebenaran itu berdiam. Kita seharusnya tidak
mencari kerajaan dunia di masa mendatang yang ada di Israel; namun
sebaliknya, kita harus mendambakan kerajaan Allah yang kekal yang
melebihi semua batasan politik.
9.Pemberian judul atas satu kelompok
etnik atau kelompok agama ke wilayah di Timur Tengah yang dinamakan
"Tanah Suci" tidak dapat didukung secara Alkitabiah.
Sesungguhnya, secara spesifik Tanah
Perjanjian untuk Israel dalam Perjanjian Lama diberikan melalui
Yosua. Perjanjian Baru mengatakan secara jelas dan secara profetik
tentang kehancuran Bait Allah kedua pada 70 AD. Tak ada penulis
Perjanjian Baru yang mengetahui pengumpulan kembali bangsa
Israel di negeri itu, seperti yang dilakukan nabi dalam
PerjanjianLama setelah kehancuran Bait
yang pertama pada 586 S.M. lebih dari Itu, Tanah perjanjian dalam
Perjanjian yang lama terus-menerus dan sengaja diperluas dalam
Perjanjian Baru untuk memperlihatkan Kekuasaan Yesus secara
universal, yang memerintah dari surga di atas takhta Daud, mengundang
semua bangsa melalui Anugerah Injil mengambil bagian dalam
kekuasaan-Nya dan universal-Nya yang kekal.
10.Pada hari-hari ini, negara Israel
juga sudah membuatnya sebagai pelanggaran bagi orang Kristen untuk
saling berbagi iman percaya mereka. Meskipun kita juga harus
mendukung Israel dalam membela diri melawan agresi Arab, kita juga
tidak perlu takut mengecam hukum fasik mereka, yang mencegah
misionaris Kristen bekerja untuk pergi mengabarkan injil.
Kesimpulan
Lebih Lanjut:
Kerajaan Mesias Yesus Kristus yang
dijanjikan sudah dilantik. Kedatangan-Nya menandakan titik pusat
sejarah manusia. Kerajaan Mesias ini terus berjalan dalam
kesempurnaan ketika orang percaya Yahudi
dan bangsa-bangsa lain yang percaya bertambah dalam komunitas yang
ditebus pada setiap generasi. Kerajaan yang sama akan dinyatakan
dalam bentuk kekekalan akhir dengan kembali-Nya Kristus Raja dalam
segala kemuliaan-Nya.
Semua bangsa, orang Yahudi memainkan peran penting
dalam kerajaan Messianic. Alkitab Perjanjian Baru menyatakan kepada
mereka yang diberi sabda kebijakan Tuhan, pengangkatan, kemuliaan,
perjanjian, pemberian hukum, Pelayanan Tuhan, dan janji. Mereka
adalah bapa keturunan, Abraham, Ishak, dan Yakub, dan dari mereka,
menurut daging, muncul Kristus. Adanya Keselamatan, sesungguhnya bagi
orang Yahudi. Saat menegaskan ajaran Kitab Suci bahwa tidak ada
keselamatan di luar Kristus, orang Kristen seharusnya mengakui dengan
hati yang hancur, dukacita dan kesedihan atas penganiayaan
berkali-kali terhadap orang Yahudi dalam sejarah, kadang-kadang
secara tragis dilakukan atas nama salib.
Tetapi apa yang akan kita buat atas
ketidakpercayaan Israel? Apakah dengan ketidakpercayaan mereka
membuat kesetiaan Tuhan berubah tanpa kesan bagi mereka? tidak,
Tuhan betul-betul tidak menolak orang Israel, dan sebagaimana kita
dengan Rasul Paulus dalam doanya yang sungguh-sungguh untuk
keselamatan kerabat Yahudinya menurut daging. Selalu sudah dan akan
ada sisa yang diselamatkan. Sedangkan tidak semua Israel akan
mengalami berkat partisipasi dalam kerajaan Messianic, namun masih
ada orang Yahudi yang datang percaya Kristus akan berbagi dalam
pemerintahan-Nya sepanjang masa sekarang dan sampai kekekalan.
Lagipula, bukanlah seolah-olah adanya penolakan di
Israel bagi yang tidak percaya tidak memiliki tujuan. Sebaliknya,
karena mereka tiba-tiba menjadi tidak percaya, maka Injil telah pergi
ke bangsa-bangsa lain, yang sekarang, melalui iman, menerima bagian
berkat Abraham dan bergabung dengan orang Yahudi yang percaya untuk
mendasari umat Israel Tuhan yang sesungguhnya, yaitu gereja Yesus
Kristus.
Negara bagian sekuler Israel yang sekarang,
bagaimanapun, bukan otentik atau wujud profetik kerajaan Messianic
Yesus Kristus. Lebih dalam lagi, suatu saat sebaiknya jangan
mengantisipasi kapan kerajaan Kristus akan menunjukkan pembedaan
diantara kalangan Yahudi, baik berdasarkan lokasinya di "negeri,"
daerah pemilihannya, maupun peraturan lembaga dan pelatihannya.
Sebaliknya, masa
sekarang ini akan menjadi kesimpulan yang tak terhingga dengan
kedatangan kerajaan Messiah yang kekal. Pada waktu itu, semua mata,
bahkan mereka yang menusukNya, pun akan melihat Raja di
kemuliaan-Nya. Setiap lutut akan bertelut, dan setiap lidah akan
mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, untuk Kemuliaan Tuhan Allah
Bapa. Kerajaan dunia ini akan menjadi kerajaan Tuhan kita dan Kristus
Tuhan, dan dia akan memerintah untuk selama-lamanya.
PENUTUP
Sebagai jemaat GIDI dan
umat kristen lainnya memulai usaha mereka yang besar untuk
memberitakan Injil dari Irian Jaya kembali ke Yerusalem, mari kita
memeriksa motivasi kita dan mari kita maju berjalan dalam kebenaran.
Janganlah kita berjalan maju dengan motivasi yang salah.
Janganlah kita terlibat dalam kerja misionaris
di Israel untuk harapan memperoleh keuntungan apapun, atau
muatan-cultisme apapun jika kita memberkatiIsrael
kita kemudian mengharapkan Tuhan memberkati kita secara finansial
atau lahiriah. Kotoran tanah Israel tidak lagi suci daripada kotoran
tanah di Papua.
Janganlah kita mengharapkan kerajaan dunia
Yahudi atas tanah apapun. Kerajaan Tuhan kita Yesus Kristus sudah
dimulai dan bahkan sekarang pun sudah menyebar ke seluruh dunia dan
orang Yahudi dan bangsa-bangsa laindipatok
ke dalam Satu pohon Israel dan semua yang percaya pada Yesus adalah
anak-anak Abraham. Semua orang yang percaya dalam Yesus adalah bagian
dari Israel Sesungguhnya kepunyaan Tuhan.
Janganlah kita seperti orang buta mendukung
seluruh kebijakan pemerintah Israel. Mereka bisa sangat kejam kepada
orang Palestina, banyak dari orang Palestina ini adalah umat Kristen.
Dan Israel memenjarakan dan menganiaya misionaris Kristen. Biarlah
kita melihat negara Israel dalam kenyataan, dengan seluruh kebaikan
dan ketidak baikan yang meliputi mereka, dan mari kita berdoa bagi
mereka.
Janganlah kita mencoba memisahkan orang Yahudi
yang percaya dari orang kristen yang percaya. Kristus sudah membentuk
kita semua menjadi satu tubuh. Tidak ada dua identik, Israel dan
Gereja. Yang ada hanya Pilihan Tuhan, orang Yahudi dan bangsa-bangsa
lain kedua-duanya dipersatukan ke dalam satu tubuh Kristus dan
berbagi dalam semua janji bersama.
Janganlah kita menganggap Gereja adalah
"Rencana B-Nya Tuhan". Semua orang percaya dalam Yesus
Kristus adalah satu. Di dalam Bait Kudus-Nya di sorga tidak ada
yahudi atau yunani, lelaki maupun perempuan. Di sana kita semua
sama, Israel-Nya Allah, raja bersama dengan Tuhan, dan
ekklesia, satu bagian yang utuh. Semua orang benar yang percaya
adalah satu tubuh yang disebut "Israel sesungguhnya milik Allah"
"Jadi kamu lihat,
bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham”
Galatia 3:7
Roma 2:28 ”Sebab
yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah yahudi, dan yang
disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. 29
Tetapi orang yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya
dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara
hurufiah. Maka pujain baginya datang bukan dari manusia, melainkan
dari Allah.”
Janganlah kita berpikir bahwa dengan
memberkati negara Israel akan membuat Tuhan memberkati gereja. Semua
orang Kristen sejati adalah umat Tuhan, Benih Abraham
menurut janji. Jika kita memberkati orang Kristen dan jika kita
memberkati pekerjaan misionaris Kristen, maka Tuhan akan memberkati
kita. Memberkati negara sekuler tidak akan melakukan apa-apa dan
mempercayai untuk mendapat berkat adalah suatu kebodohan.
Namun demikian,
Mari kita berdoa dengan bersemangat bagi orang
Yahudi, orang yang menentang yang memerlukan Injil,
Mari kita ke Israel dengan motivasi untuk
menyebarkan Injil kepada yang masih duduk di kegelapan.
Dan Akhirnya,
mari kita berdoa menurut cara Rasul Paulus
bahwa kelompok orang Yahudi akan datang dengan iman percaya pada
akhirnya sebelum dunia berakhir, dan seluruh Kaum Pilihan
Tuhan, baik orang Yahudi maupun bangsa-bangsa lain akan menciptakan
jumlah anak-anak Abraham yang penuh (orang yang percaya):
Roma 11:25
“Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan
menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini:
Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh
dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11:26 Dengan
jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada
tertulis:
"Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala
kefasikan dari pada Yakub.
11:27 Dan inilah
perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."
11:28
Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi
mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek
moyang.
11:29 Sebab Allah
tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.
11:30 Sebab sama
seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh
kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,
11:31 demikian
juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah
kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.
11:32 Sebab Allah
telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat
menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
Umat GIDI, Anda
sedang memulai usaha yang luar biasa untuk membawa Injil kepada orang
yang tenggelam dalam dosa dan duduk dalam kegelapan. Biarlah motivasi
Anda tetap murni! Anda sebagai orang yang
percaya dalam Kristus sudah menjadi anak Abraham oleh karena iman
percaya. Biarlah Tuhan mengijinkan orang Yahudi, anak etnik Abraham
secara lahiriah, untuk mendengar Injil dan menjadi anak sejati
Abraham oleh karena iman…dan biarkan mereka mendengar! bahkan
mereka datang dari ujung bumi, bahkan Irian Jaya, dan Biarlah Tuhan
membantu penuaian orang Yahudi melalui
usaha Anda!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar